Kisah ini terjadi beberapa
tahun yang lalu, saat saya
dan keluarga sedang
menginap di sebuah wisma,
di daerah Cipanas-Jawa
Barat. Pagi itu, kami jalan- jalan pagi sambil berusaha
mencari penjual bubur
ayam keliling. Tapi entah
kenapa, jangankan penjual
bubur ayam, pedagang
kaki lima lain juga tidak tampak batang hidungnya.
Mungkin karena hari itu
hari minggu, jadi para
pedagang kaki lima di
sekitar daerah itu juga
berlibur tidak melakukan aktivitas hariannya.
Setelah berjalan agak jauh
dari hotel, kami
menemukan seorang abang
penjual ketoprak yang
sedang melayani seorang
pembeli. Awalnya kami ragu untuk singgah di
tempat itu, karena adik
saya saat itu sedang ingin
sekali makan bubur ayam. .
Tapi, karena perut yang
sudah tidak bisa kompromi, akhirnya kami
memutuskan untuk
membeli ketoprak pada si
abang tersebut.
Ketika penjual ketoprak
sedang mempersiapkan
makanan yang kami pesan,
tiba-tiba datang seorang
nenek tua berusia sekitar
60-70 tahun yang sudah agak bungkuk dan
berjalan perlahan ke arah
kami. Nenek itu
menggunakan baju tua
yang sudah lusuh dengan
selendang yang disampirkan dikepalanya
dengan warna yang sudah
tidak jelas pula.
Terus terang, saya agak
terenyuh melihat nenek itu,
entah dimana anak-cucu-
nya yang tega membiarkan
nenek itu berjalan sendirian
tertatih-tatih tanpa ada yang menemani. Nenek itu
menghampiri gerobak kami
dan duduk di salah satu
bangku di situ. Ia
mengatakan sesuatu
kepada abang penjual ketoprak yang segera
dibalas dengan pemberian
satu piring ketoprak oleh si
abang.
Ketika nenek itu makan,
saya sempat melihat isi
piring-nya yang hanya
berisi setengah porsi
lontong dengan sedikit
bumbu kacang, tanpa ada campuran lainnya. Jelas
kalau nenek itu tidak
memiliki uang untuk
membeli ketoprak dengan
porsi dan campuran biasa.
Sebenarnya saat itu hati kecil saya menyuruh saya
untuk meminta abang
ketoprak untuk
menyiapkan satu porsi
biasa untuk si nenek, tapi
saya takut hal itu akan menyinggung nenek,
sehingga saya
mengurungkan niat baik
tersebut.
Akhirnya setelah pesanan
kami selesai, saya dan adik,
yang ternyata dari tadi juga
memperhatikan nenek itu,
memutuskan untuk
membayar makanan yang disantap nenek tua
tersebut tanpa
mengatakannya pada si
nenek.
Ketika hendak membayar
dan menyerahkan uang
kepada penjual ketoprak,
setelah mengatakan
maksud kami, alangkah
tersentak dan terharunya hati kami ketika
mendengar jawaban
penjual ketoprak. Penjual ketoprak itu
berkata, “Maaf neng, tidak
apa-apa kok. Nenek itu
sudah tiap pagi kemari, dan
saya berikan lontong itu
secara cuma-cuma. Meskipun cuma sedikit, hal
itu saya anggap menjadi
tanggung jawab saya
sebagai sesama muslim.
Terima kasih atas niat baik
neng...” Tanpa bisa berkata-kata
dan hanya ucapan “terima
kasih” yang keluar dari
mulut saya, saya dan adik
pun berlalu dari situ dan
pulang menuju hotel. Entahlah, rasanya saat itu
Allah memberi pelajaran
berharga melalui penjual
ketoprak itu pada saya.
Betapa luasnya keikhlasan
yang dimiliki oleh penjual ketoprak itu. Saya
bayangkan, jika setiap
muslim merasa memiliki
tanggung jawab terhadap
muslim lainnya, alangkah
indah dan bahagianya kehidupan yang terjalin di
alam ini. Jika semua penjual
ketoprak & penjual
makanan lainnya memiliki
hati dan niat semulia
penjual ketoprak itu, mungkin saja angka
kelaparan yang terjadi di
negeri kita pasti bisa
ditekan. Penjual ketoprak itu telah
mengajarkan saya bahwa
tidak perlu kaya harta baru
bisa membantu orang lain,
yang kita perlukan hanya
kaya hati.
Melanjutkan perjuangan 41
Rabu, 09 November 2011
Senin, 07 November 2011
Wajah Ketika Tidur
Pernahkah anda menatap
orang-orang yang anda
sayang saat mereka sedang
tidur? Kalau belum, cubalah sekali
saja menatap mereka saat
sedang tidur. Saat itu yang tampak
adalah ekspresi paling
wajar dan paling jujur dari
seseorang. Seorang artis yang ketika
di panggung begitu cantik
dan gemerlap pun akan
tampak 'polos' dan jauh
berbeza jika ia sedang
tidur. Orang paling kejam di dunia pun jika ia sudah
tidur tak akan
tampakwajah bengisnya. Perhatikanlah ayah anda
saat beliau sedang tidur. Sedarilah, betapa badan
yang dulu kuat dan gagah
itu kini semakin tua dan
lemah, betapa rambut-rambut
putih mulai menghiasi
kepalanya, betapa kerut
merut mulai terpahat di
wajahnya. Orang inilah
yang tiap hari bekerja keras untuk kesejahteraan
kita, anak-anaknya. Orang
inilah, rela melakukan apa
saja asal perut kita
kenyang dan pendidikan
kitalancar. Sekarang, beralihlah. ...
Lihatlah ibu anda.... Hmm...kulitnya mulai
keriput dan tangan yang
dulu halus membelai- belai
tubuh bayi kita itu kini
kasar kerana menempuhi
kehidupan yang mencabar demi kita. Orang inilah yang
tiap hari menguruskan
keperluan kita. Orang inilah
yang paling rajin
mengingatkan dan
membebel kita semata- mata kerana rasa kasih dan
sayang, dan sayangnya, itu
sering kita salah ertikan.
Cubalah menatap wajah
orang-orang yang kita cintai..sayangi
itu... Ayah, Ibu, Suami, Isteri,
Kakak, Adik, Anak,
Sahabat, Semuanya... Rasakanlah sensasi yang
timbul sesudahnya.
Rasakanlah energi cinta
yang mengalir perlahan-lahan saat
menatap wajah mereka
yang terlelap itu.
Rasakanlah getaran cinta
yang mengalir deras ketika
mengingat betapa banyaknya pengorbanan
yang telah dilakukan
orang-orang itu untuk
kebahagiaan anda.
Pengorbanan yang
kadang-kadang tertutupi oleh salah faham kecil yang
entah kenapa selalu saja
nampak besar. Secara ajaib
Tuhan mengatur agar
pengorbanan itu akan
tampak lagi melalui wajah- wajah jujur mereka saat
sedang tidur. Pengorbanan
yang kadang melelahkan
serta memenatkan mereka
namun enggan mereka
ungkapkan. Dan ekspresi wajah ketika tidur pun
membantu untuk
mengungkap segalanya.
Tanpa kata, tanpa suara dia
berkata... "betapa
lelahnya..penatnya aku hari ini". Dan penyebab lelah dan
penat itu? Untuk siapa dia berpenat
lelah Tak lain adalah untuk.. KITA..... Suami yang bekerja keras
mencari nafkah, isteri yang
bekerja keras mengurus
dan mendidik anak, juga rumah.
Kakak, adik, anak, dan
sahabat yang telah
menemani hari-hari suka
dan duka bersama kita.
Resapilah kenangan- kenangan manis dan pahit
yang pernah terjadi dengan
menatap wajah-wajah
mereka. Rasakanlah betapa
kebahagiaan dan rasa terharu seketika
menerpa jika mengingat itu
semua. Bayangkanlah apa
yang akan terjadi jikaesok
mereka "orang-orang
terkasih itu" tak lagi membuka matanya, untuk selamanya ... Renungkanlah...
orang-orang yang anda
sayang saat mereka sedang
tidur? Kalau belum, cubalah sekali
saja menatap mereka saat
sedang tidur. Saat itu yang tampak
adalah ekspresi paling
wajar dan paling jujur dari
seseorang. Seorang artis yang ketika
di panggung begitu cantik
dan gemerlap pun akan
tampak 'polos' dan jauh
berbeza jika ia sedang
tidur. Orang paling kejam di dunia pun jika ia sudah
tidur tak akan
tampakwajah bengisnya. Perhatikanlah ayah anda
saat beliau sedang tidur. Sedarilah, betapa badan
yang dulu kuat dan gagah
itu kini semakin tua dan
lemah, betapa rambut-rambut
putih mulai menghiasi
kepalanya, betapa kerut
merut mulai terpahat di
wajahnya. Orang inilah
yang tiap hari bekerja keras untuk kesejahteraan
kita, anak-anaknya. Orang
inilah, rela melakukan apa
saja asal perut kita
kenyang dan pendidikan
kitalancar. Sekarang, beralihlah. ...
Lihatlah ibu anda.... Hmm...kulitnya mulai
keriput dan tangan yang
dulu halus membelai- belai
tubuh bayi kita itu kini
kasar kerana menempuhi
kehidupan yang mencabar demi kita. Orang inilah yang
tiap hari menguruskan
keperluan kita. Orang inilah
yang paling rajin
mengingatkan dan
membebel kita semata- mata kerana rasa kasih dan
sayang, dan sayangnya, itu
sering kita salah ertikan.
Cubalah menatap wajah
orang-orang yang kita cintai..sayangi
itu... Ayah, Ibu, Suami, Isteri,
Kakak, Adik, Anak,
Sahabat, Semuanya... Rasakanlah sensasi yang
timbul sesudahnya.
Rasakanlah energi cinta
yang mengalir perlahan-lahan saat
menatap wajah mereka
yang terlelap itu.
Rasakanlah getaran cinta
yang mengalir deras ketika
mengingat betapa banyaknya pengorbanan
yang telah dilakukan
orang-orang itu untuk
kebahagiaan anda.
Pengorbanan yang
kadang-kadang tertutupi oleh salah faham kecil yang
entah kenapa selalu saja
nampak besar. Secara ajaib
Tuhan mengatur agar
pengorbanan itu akan
tampak lagi melalui wajah- wajah jujur mereka saat
sedang tidur. Pengorbanan
yang kadang melelahkan
serta memenatkan mereka
namun enggan mereka
ungkapkan. Dan ekspresi wajah ketika tidur pun
membantu untuk
mengungkap segalanya.
Tanpa kata, tanpa suara dia
berkata... "betapa
lelahnya..penatnya aku hari ini". Dan penyebab lelah dan
penat itu? Untuk siapa dia berpenat
lelah Tak lain adalah untuk.. KITA..... Suami yang bekerja keras
mencari nafkah, isteri yang
bekerja keras mengurus
dan mendidik anak, juga rumah.
Kakak, adik, anak, dan
sahabat yang telah
menemani hari-hari suka
dan duka bersama kita.
Resapilah kenangan- kenangan manis dan pahit
yang pernah terjadi dengan
menatap wajah-wajah
mereka. Rasakanlah betapa
kebahagiaan dan rasa terharu seketika
menerpa jika mengingat itu
semua. Bayangkanlah apa
yang akan terjadi jikaesok
mereka "orang-orang
terkasih itu" tak lagi membuka matanya, untuk selamanya ... Renungkanlah...
Sabtu, 05 November 2011
Garam Dan Telaga
Suatu ketika, hiduplah
seorang tua bijak. Dan pada
suatu pagi, datanglah
seorang anak muda yang
sedang dirundung banyak
masalah. Langkahnya gontai dengan muka yang
ruwet. Tamu itu memang
tampak sebagai orang yang
tak bahagia. Tanpa membuang waktu,
anak muda itu
menceritakan masalahnya
kepada Pak Tua. Pak Tua
yag bijak hanya
mendengarkan ceritanya dengan seksama. Ia lalu
mengambil segenggam
garam, dan meminta
tamunya untuk mengambil
segelas air. Ditaburkannya
garam itu kedalam segelas air, lalu diaduknya dengan
perlahan. “Coba minum ini,
dan katakana bagaimana
rasanya. . .”, ujar Pak Tua
itu. “Pahit, Pahit sekali,” jawab
sang tamu, sambil meludah
ke samping Pak Tua itu sedikit
tersenyum. Lalu, Ia
mengajak tamunya itu ke
tepi telaga di dalam hutan
dekat tempat tinggalnya.
Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan
akhirnya mereka samapi di
tepi telaga yang tenang itu. Pak Tua itu lalu kembali
menaburkan segenggam
garam ke dalam telaga itu.
Dengan sepotong kayu,
diaduknya garam itu. “Coba
ambil air dari telaga ini dan minumlah,”. Saat sang tamu
selesai meneguk air itu, Pak
Tua berkata lagi
“Bagaimana rasanya?” “Segar,” sahut Tamunya.
“Apakah kamu merasakan
garam dalam air itu?”,
Tanya Pak Tua lagi.
“Tidak,” jawab si Anak
Muda Dengan biajk, Pak Tua itu
menepuk-nepuk punggung
Anak Muda itu. Lalu ia
mengajaknya duduk
berhadapan, bersimpuh di
tepi Telaga itu. “Anak Muda, dengarlah. Pahitnya
kehidupan adalah layaknya
sengenggam garam, tak
lebih dan tak kurang.
Jumlah dan rasa pahit itu
sama, dan memang akan tetap sama. “Tapi, kepahitan yang kita
rasakan, amat sangat
tergantung dari wadah
yang kita miliki. Kepahitan
itu, akan didasarkan dari
perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu
semua akan tergantung
pada hati kita. Jadi, saat
kamu merasakan
kepahitan dan kegagalan
dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu
lakukan. Lapangkanlah
dadamu menerima
semuanya. Luaskanlah
hatimu untuk menampung
setiap kepahitan itu.” Pak Tua itu lalu kembali
memberikan nasehat,
“Hatimu adalah wadah itu.
Perasaanmu adalah tempat
itu. Kalbumu adalah tempat
untuk menampung segalanya. Jadi, jangan
jadikan hatimu itu seperti
gelas, jadikan hatimu itu
laksana telaga yang mampu
meredam segala kepahitan
itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan
kebahagiaan.” Keduanya lalu beranjak
pulang. Keduanya sama-
sama belajar pada hari itu.
Dan Pak Tua yang bijak itu,
kembali menyimpan
‘segenggam garam’ untuk anak muda yang lain, yang
datang kepadanya dengan
keresahan jiwa.
seorang tua bijak. Dan pada
suatu pagi, datanglah
seorang anak muda yang
sedang dirundung banyak
masalah. Langkahnya gontai dengan muka yang
ruwet. Tamu itu memang
tampak sebagai orang yang
tak bahagia. Tanpa membuang waktu,
anak muda itu
menceritakan masalahnya
kepada Pak Tua. Pak Tua
yag bijak hanya
mendengarkan ceritanya dengan seksama. Ia lalu
mengambil segenggam
garam, dan meminta
tamunya untuk mengambil
segelas air. Ditaburkannya
garam itu kedalam segelas air, lalu diaduknya dengan
perlahan. “Coba minum ini,
dan katakana bagaimana
rasanya. . .”, ujar Pak Tua
itu. “Pahit, Pahit sekali,” jawab
sang tamu, sambil meludah
ke samping Pak Tua itu sedikit
tersenyum. Lalu, Ia
mengajak tamunya itu ke
tepi telaga di dalam hutan
dekat tempat tinggalnya.
Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan
akhirnya mereka samapi di
tepi telaga yang tenang itu. Pak Tua itu lalu kembali
menaburkan segenggam
garam ke dalam telaga itu.
Dengan sepotong kayu,
diaduknya garam itu. “Coba
ambil air dari telaga ini dan minumlah,”. Saat sang tamu
selesai meneguk air itu, Pak
Tua berkata lagi
“Bagaimana rasanya?” “Segar,” sahut Tamunya.
“Apakah kamu merasakan
garam dalam air itu?”,
Tanya Pak Tua lagi.
“Tidak,” jawab si Anak
Muda Dengan biajk, Pak Tua itu
menepuk-nepuk punggung
Anak Muda itu. Lalu ia
mengajaknya duduk
berhadapan, bersimpuh di
tepi Telaga itu. “Anak Muda, dengarlah. Pahitnya
kehidupan adalah layaknya
sengenggam garam, tak
lebih dan tak kurang.
Jumlah dan rasa pahit itu
sama, dan memang akan tetap sama. “Tapi, kepahitan yang kita
rasakan, amat sangat
tergantung dari wadah
yang kita miliki. Kepahitan
itu, akan didasarkan dari
perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu
semua akan tergantung
pada hati kita. Jadi, saat
kamu merasakan
kepahitan dan kegagalan
dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu
lakukan. Lapangkanlah
dadamu menerima
semuanya. Luaskanlah
hatimu untuk menampung
setiap kepahitan itu.” Pak Tua itu lalu kembali
memberikan nasehat,
“Hatimu adalah wadah itu.
Perasaanmu adalah tempat
itu. Kalbumu adalah tempat
untuk menampung segalanya. Jadi, jangan
jadikan hatimu itu seperti
gelas, jadikan hatimu itu
laksana telaga yang mampu
meredam segala kepahitan
itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan
kebahagiaan.” Keduanya lalu beranjak
pulang. Keduanya sama-
sama belajar pada hari itu.
Dan Pak Tua yang bijak itu,
kembali menyimpan
‘segenggam garam’ untuk anak muda yang lain, yang
datang kepadanya dengan
keresahan jiwa.
Jumat, 04 November 2011
Antara Ibu Dan Pasangan
kLo dah pernah baca, harap
abaikan Aku ada pasangan hidup
sendiri.... Bila senang, aku cari....
pasanganku Bila sedih, aku cari.... ibu Bila mendapat keberhasilan,
aku ceritakan pada....
pasanganku Bila gagal, aku ceritakan
pada.... ibu Bila bahagia, aku peluk
erat.... pasanganku Bila berduka, aku peluk
erat.... ibuku Bila ingin berlibur, aku
bawa.... pasanganku Bila sibuk, aku antar anak
ke rumah.... ibu Bila sambut valentine.. Aku
beri hadiah pada
pasanganku Bila sambut hari ibu... aku
cuma dapat ucapkan
"Selamat Hari Ibu" Selalu.. aku ingat
pasanganku Selalu.. ibu ingat aku Setiap saat... aku akan
telepon pasanganku Entah kapan... aku ingin
telepon ibu Selalu... aku belikan hadiah
untuk pasanganku Entah kapan... aku ingin
belikan hadiah untuk ibu Renungkan: "Kalau kau sudah selesai
belajar dan berkerja...
masih ingatkah kau pada
ibu? tidak banyak yang ibu
inginkan... hanya dengan
menyapa ibupun cukuplah". Berderai air mata jika kita
mendengarnya........ Tapi kalau ibu sudah
tiada.......... IBUUUU...RINDU IBU....
RINDU SEKALI.... Berapa banyak yang
sanggup menyuapi
ibunya.... Berapa banyak yang
sanggup mencuci muntah
ibunya..... Berapa banyak yang
sanggup menggantikan
alas tidur ibunya..... Berapa banyak yang
sanggup membersihkan
najis ibunya...... . Berapa banyak yang
sanggup membuang
belatung dan
membersihkan luka kudis
ibunya.... Berapa banyak yang
sanggup berhenti kerja
untuk menjaga ibunya..... Seorang anak menemui
ibunya yang sedang sibuk
menyediakan makan malam
di dapur lalu menghulurkan
selembar kertas yang
bertuliskan sesuatu. Si ibu segera melap tangannya
dan menyambut kertas
yang dihulurkan oleh si
anak lalu membacanya.
Upah membantu ibu: 1) Membantu pergi belanja :
Rp 4.000,- 2) Membantu jaga adik : Rp
4.000,- 3) Membantu buang
sampah : Rp 1.000,- 4) Membantu membereskan
tempat tidur : Rp 2.000,- 5) Membantu siram bunga :
Rp 3.000,- 6) Membantu sapu sampah :
Rp 3.000,- Jumlah : Rp 17.000,- Selesai membaca, si ibu
tersenyum memandang si
anak, kemudian si ibu
mengambil pensil dan
menulis sesuatu di belakang
kertas yang sama. 1) Biaya mengandung
selama 9 bulan - GRATIS 2) Biaya tidak tidur karena
menjagamu - GRATIS 3) Biaya air mata yang
menitik karenamu - GRATIS 4) Biaya gelisah karena
mengkhawatirkanmu -
GRATIS 5) Biaya menyediakan
makan, minum, pakaian,
dan keperluanmu -GRATIS Jumlah Keseluruhan Nilai
Kasihku - GRATIS Air mata si anak berlinang
setelah membaca apa yang
dituliskan oleh si ibu. Si
anak menatap wajah ibu,
memeluknya dan berkata,
"Aku Sayang Ibu". Kemudian si anak
mengambil pensil dan
menulis "Telah Dibayar
Lunas" ditulisnya pada
muka surat yang sama
abaikan Aku ada pasangan hidup
sendiri.... Bila senang, aku cari....
pasanganku Bila sedih, aku cari.... ibu Bila mendapat keberhasilan,
aku ceritakan pada....
pasanganku Bila gagal, aku ceritakan
pada.... ibu Bila bahagia, aku peluk
erat.... pasanganku Bila berduka, aku peluk
erat.... ibuku Bila ingin berlibur, aku
bawa.... pasanganku Bila sibuk, aku antar anak
ke rumah.... ibu Bila sambut valentine.. Aku
beri hadiah pada
pasanganku Bila sambut hari ibu... aku
cuma dapat ucapkan
"Selamat Hari Ibu" Selalu.. aku ingat
pasanganku Selalu.. ibu ingat aku Setiap saat... aku akan
telepon pasanganku Entah kapan... aku ingin
telepon ibu Selalu... aku belikan hadiah
untuk pasanganku Entah kapan... aku ingin
belikan hadiah untuk ibu Renungkan: "Kalau kau sudah selesai
belajar dan berkerja...
masih ingatkah kau pada
ibu? tidak banyak yang ibu
inginkan... hanya dengan
menyapa ibupun cukuplah". Berderai air mata jika kita
mendengarnya........ Tapi kalau ibu sudah
tiada.......... IBUUUU...RINDU IBU....
RINDU SEKALI.... Berapa banyak yang
sanggup menyuapi
ibunya.... Berapa banyak yang
sanggup mencuci muntah
ibunya..... Berapa banyak yang
sanggup menggantikan
alas tidur ibunya..... Berapa banyak yang
sanggup membersihkan
najis ibunya...... . Berapa banyak yang
sanggup membuang
belatung dan
membersihkan luka kudis
ibunya.... Berapa banyak yang
sanggup berhenti kerja
untuk menjaga ibunya..... Seorang anak menemui
ibunya yang sedang sibuk
menyediakan makan malam
di dapur lalu menghulurkan
selembar kertas yang
bertuliskan sesuatu. Si ibu segera melap tangannya
dan menyambut kertas
yang dihulurkan oleh si
anak lalu membacanya.
Upah membantu ibu: 1) Membantu pergi belanja :
Rp 4.000,- 2) Membantu jaga adik : Rp
4.000,- 3) Membantu buang
sampah : Rp 1.000,- 4) Membantu membereskan
tempat tidur : Rp 2.000,- 5) Membantu siram bunga :
Rp 3.000,- 6) Membantu sapu sampah :
Rp 3.000,- Jumlah : Rp 17.000,- Selesai membaca, si ibu
tersenyum memandang si
anak, kemudian si ibu
mengambil pensil dan
menulis sesuatu di belakang
kertas yang sama. 1) Biaya mengandung
selama 9 bulan - GRATIS 2) Biaya tidak tidur karena
menjagamu - GRATIS 3) Biaya air mata yang
menitik karenamu - GRATIS 4) Biaya gelisah karena
mengkhawatirkanmu -
GRATIS 5) Biaya menyediakan
makan, minum, pakaian,
dan keperluanmu -GRATIS Jumlah Keseluruhan Nilai
Kasihku - GRATIS Air mata si anak berlinang
setelah membaca apa yang
dituliskan oleh si ibu. Si
anak menatap wajah ibu,
memeluknya dan berkata,
"Aku Sayang Ibu". Kemudian si anak
mengambil pensil dan
menulis "Telah Dibayar
Lunas" ditulisnya pada
muka surat yang sama
Duduk di sisi orang yg mengenal Allah, akan mengajak kita kepada enam hal dan berpaling dari enam hal.
1. Dari ragu menjadi yakin.. 2. Dari riya menjadi ikhlas..
3. Dari ghaflah (lalai)
menjadi ingat kepada
Allah..
4. Dari cinta dunia menjadi
cinta akhirat.. 5. Dari sombong menjadi
tawadhu (rendah hati).
6. Dari buruk hati menjadi
nasehat."
3. Dari ghaflah (lalai)
menjadi ingat kepada
Allah..
4. Dari cinta dunia menjadi
cinta akhirat.. 5. Dari sombong menjadi
tawadhu (rendah hati).
6. Dari buruk hati menjadi
nasehat."
Kamis, 03 November 2011
Definisi CINTA
apakah definisi CINTA pd
pandangan teman-teman
sekalian..???
Adakah CINTA adalah
bercumbu-cumbuan dan
berpeluk2kan di tmpt umum sbg tandanya
cinta???
...
Atau…
adakah dgn ucapan
romantis serta berpegangan tgn akan
terasa
nikmatnya cinta atau sbg
bukti kasih sayang yg
kononnya cinta
suci??? Waow gombal nich!! Hmmm...Jelas suatu
kebohongan bila seorang
lelaki berkata dia benar2
mencintaimu sedangkan
pada waktu yg sama,ia
telah mencemarkan maruahmu, kesucianmu
dan menggoyahkan
imanmu . Diakah lelaki yg engkau
harapkan menjadi
teman sejati untuk melayari
bahtera kehidupan agar
bersama2 bisa mendarat di
pulau impian?? Lelaki yg benar2
mencintaimu tidak akan
mengumbar nafsu pd
kekasihnya walau sekadar
bersentuhan tangan sbg
bukti cintanya. AWAS BAHAYA!!! Semua
perlakuan itu adalah
hasutan nafsu godaan
SYETAN…. Secara jujur, seorg lelaki yg
sememangnya jatuh cinta
terhadap mu ia akan
menunjukkan sikap, sifat
serta
penampilan yg meyakinkan insan yg dicintainya. Tetapi,
berhati2lah krn setengah
dari sikap yg penuh sopan
santun itu, terkadang
penuh juga dgn kepura-
puraan. He he maaf buat yg cowo'a
jgn tercinggung ya,,, INGATLAH!!! Cinta yg murni
bukanlah cinta sang
monyet, cinta yg
melompat-lompat dan
begitu rapuh… Ia juga
bukan seperti cinta antara ‘Romeo dan Juliet’,
maupun cinta ‘Laila dan
Majnun’… Tetapi Cinta yg murni
adalah nikmat cinta yg lahir
seperti cintanya Rasulullah
dgn Khadijah,
Aisyah serta Saidina Ali dgn
Fatimah. Janganlah engkau terlalu
terburu2 merebut cinta
murahan yg berkeliaran...
karena ia
bisa mjadi virus perusak
kehidupanmu yg penuh keimanan. Wahai teman-temanku
Serahkanlah cintamu pada
yg MAHA PEMILIK CINTA.
Dan buat engkau jg yg
pernah atau mgkn skrg sdg
dilamun cinta, bukan bermakna boleh berkorban
jiwa dan ragamu. CINTAILAH ALLAH SWT
MELEBIHI SEGALA2'y
KARENA CINTA YG ABADI
DAN
HAKIKI PASTI AKAN
BERBALAS DGN BERBAGAI NIKMAT YG TIDAK
TERHITUNG
pandangan teman-teman
sekalian..???
Adakah CINTA adalah
bercumbu-cumbuan dan
berpeluk2kan di tmpt umum sbg tandanya
cinta???
...
Atau…
adakah dgn ucapan
romantis serta berpegangan tgn akan
terasa
nikmatnya cinta atau sbg
bukti kasih sayang yg
kononnya cinta
suci??? Waow gombal nich!! Hmmm...Jelas suatu
kebohongan bila seorang
lelaki berkata dia benar2
mencintaimu sedangkan
pada waktu yg sama,ia
telah mencemarkan maruahmu, kesucianmu
dan menggoyahkan
imanmu . Diakah lelaki yg engkau
harapkan menjadi
teman sejati untuk melayari
bahtera kehidupan agar
bersama2 bisa mendarat di
pulau impian?? Lelaki yg benar2
mencintaimu tidak akan
mengumbar nafsu pd
kekasihnya walau sekadar
bersentuhan tangan sbg
bukti cintanya. AWAS BAHAYA!!! Semua
perlakuan itu adalah
hasutan nafsu godaan
SYETAN…. Secara jujur, seorg lelaki yg
sememangnya jatuh cinta
terhadap mu ia akan
menunjukkan sikap, sifat
serta
penampilan yg meyakinkan insan yg dicintainya. Tetapi,
berhati2lah krn setengah
dari sikap yg penuh sopan
santun itu, terkadang
penuh juga dgn kepura-
puraan. He he maaf buat yg cowo'a
jgn tercinggung ya,,, INGATLAH!!! Cinta yg murni
bukanlah cinta sang
monyet, cinta yg
melompat-lompat dan
begitu rapuh… Ia juga
bukan seperti cinta antara ‘Romeo dan Juliet’,
maupun cinta ‘Laila dan
Majnun’… Tetapi Cinta yg murni
adalah nikmat cinta yg lahir
seperti cintanya Rasulullah
dgn Khadijah,
Aisyah serta Saidina Ali dgn
Fatimah. Janganlah engkau terlalu
terburu2 merebut cinta
murahan yg berkeliaran...
karena ia
bisa mjadi virus perusak
kehidupanmu yg penuh keimanan. Wahai teman-temanku
Serahkanlah cintamu pada
yg MAHA PEMILIK CINTA.
Dan buat engkau jg yg
pernah atau mgkn skrg sdg
dilamun cinta, bukan bermakna boleh berkorban
jiwa dan ragamu. CINTAILAH ALLAH SWT
MELEBIHI SEGALA2'y
KARENA CINTA YG ABADI
DAN
HAKIKI PASTI AKAN
BERBALAS DGN BERBAGAI NIKMAT YG TIDAK
TERHITUNG
Pesan Dari GAZA
Untuk saudaraku di Indonesia, Saya tidak tahu, mengapa saya
harus menulis dan mengirim
surat ini untuk kalian di
Indonesia, Namun jika kalian
tetap bertanya kepadaku,
kenapa? Mungkin satu- satunya jawaban yang saya
miliki Adalah karena Negeri
kalian berpenduduk muslim
terbanyak di punggung bumi
ini, bukan demikian
saudaraku? Disaat saya menunaikan ibadah
haji beberapa tahun silam,
ketika pulang dari melempar
jumrah, saya sempat
berkenalan dengan salah
seorang aktivis da'wah dari Jama'ah haji asal Indonesia, dia
mengatakan kepadaku, setiap
tahun musim haji ada sekitar
205 ribu jama'ah haji berasal
dari Indonesia datang ke
Baitullah ini. Wah, sungguh jumlah angka yang sangat
fantastis dan membuat saya
berdecak kagum. Lalu saya mengatakan
kepadanya, saudaraku, jika
jumlah jama'ah Haji asal GAZA
sejak tahun 1987 Sampai
sekarang digabung, itu belum
bisa menyamai jumlah jama'ah haji dari negeri kalian dalam
satu musim haji saja. Padahal
jarak tempat kami ke Baitullah
lebih dekat dibanding kalian
yah?. wah, pasti uang kalian
sangat banyak yah?, apalagi menurut sahabatku itu ada 5%
dari rombongan tersebut yang
menunaikan ibadah haji untuk
yang kedua kalinya,
Subhanallah. Wahai saudaraku di Indonesia, Pernah saya berkhayal dalam
hati, kenapa saya dan kami
yang ada di GAZA ini, tidak
dilahirkan di negeri kalian saja.
Wah, pasti sangat indah dan
mengagumkan yah?. Negeri kalian aman, kaya dan subur,
setidaknya itu yang saya
ketahui Tentang negeri kalian. Pasti para ibu-ibu disana amat
mudah menyusui bayi-
bayinya, susu formula bayi
pasti dengan mudah kalian
dapatkan di toko-toko dan
para wanita hamil kalian mungkin dengan mudah
bersalin di rumah sakit yang
mereka inginkan. Ini yang membuatku iri
kepadamu saudaraku tidak
seperti di negeri kami ini,
saudaraku, anak-anak bayi
kami lahir di tenda-tenda
pengungsian. Bahkan tidak jarang tentara Israel menahan
mobil ambulance yang akan
mengantarkan istri kami
Melahirkan di rumah sakit
yang lebih lengkap alatnya di
daerah Rafah, Sehingga istri- istri kami terpaksa melahirkan
diatas mobil, yah diatas mobil
saudaraku!. Susu formula bayi adalah
barang yang langka di GAZA
sejak kami di blokade 2tahun
lalu, namun isteri kami tetap
menyusui bayi-bayinya dan
menyapihnya hingga dua tahun lamanya, walau
terkadang untuk
memperlancar ASI mereka,
isteri kami rela minum air
rendaman gandum. Namun, mengapa di negeri
kalian, katanya tidak sedikit
kasus pembuangan bayi yang
tidak jelas siapa ayah dan
ibunya, terkadang ditemukan
mati di parit-parit, di selokan- selokan dan di tempat sampah,
itu yang kami dapat dari
informasi televisi. Dan yang membuat saya
terkejut dan merinding,
ternyata negeri kalian adalah
negeri yang tertinggi kasus
Abortusnya untuk wilayah
ASIA, Astaghfirullah. Ada apa dengan kalian? Apakah karena
di negeri kalian tidak ada
konflik bersenjata seperti
kami disini, sehingga orang
bisa melakukan hal hina
tersebut?, sepertinya kalian belum menghargai arti sebuah
nyawa bagi kami di sini. Memang hampir setiap hari di
GAZA sejak penyerangan
Israel, kami menyaksikan
bayi-bayi kami mati, Namun,
bukanlah diselokan-selokan,
atau got-got apalagi ditempat sampah? saudaraku! Mereka
mati syahid, saudaraku! mati
syahid, karena serangan roket
tentara Israel! Kami temukan mereka tak
bernyawa lagi dipangkuan
ibunya, di bawah puing-puing
bangunan rumah kami yang
hancur oleh serangan roket
tentara Zionis Israel, Saudaraku, bagi kami nilai
seorang bayi adalah Aset
perjuangan perlawanan kami
terhadap penjajah Yahudi.
Mereka adalah mata rantai
yang akan menyambung perjuangan kami
memerdekakan Negeri ini. Perlu kalian ketahui, sejak
serangan Israel tanggal 27
desember (2009) kemarin,
Saudara-saudara kami yang
syahid sampai 1400 orang, 600
diantaranya adalah anak-anak kami, namun sejak
penyerangan itu pula sampai
hari ini, kami menyambut
lahirnya 3000 bayi baru Dijalur
Gaza, dan Subhanallah
kebanyakan mereka adalah anak laki-laki dan banyak
yang kembar, Allahu Akbar! Wahai saudaraku di Indonesia, Negeri kalian subur dan
makmur, tanaman apa saja
yang kalian tanam akan
tumbuh dan berbuah, namun
kenapa di negeri kalian masih
ada bayi yang kekurangan gizi, menderita busung lapar.
Apa karena kalian sulit
mencari rezki disana? apa
negeri kalian sedang di
blokade juga? Perlu kalian ketahui,
saudaraku, tidak ada satupun
bayi di Gaza yang menderita
kekurangan gizi apalagi
sampai mati kelaparan, walau
sudah lama kami diblokade. Kalian terlalu manja! Saya
adalah pegawai Tata Usaha di
kantor pemerintahan Hamas
Sudah 7 bulan ini, gaji bulanan
belum saya terima, tapi Allah
SWT yang akan mencukupkan rezki untuk kami. Perlu kalian ketahui pula, bulan
ini saja ada sekitar 300 pasang
pemuda baru saja
melangsungkan pernikahan.
Yah, mereka menikah di sela-
sela serangan agresi Israel, Mereka mengucapkan akad
nikah, diantara bunyi letupan
bom dan peluru saudaraku. Dan Perdana menteri kami,
yaitu Ust Isma'il Haniya
memberikan santunan awal
pernikahan bagi semua
keluarga baru tersebut. Wahai Saudaraku di Indonesia, Terkadang saya pun iri,
seandainya saya bisa
merasakan pengajian atau
halaqoh pembinaan Di Negeri
antum, seperti yang
diceritakan teman saya tersebut, program pengajian
kalian pasti bagus bukan,
banyak kitab mungkin yang
telah kalian baca, dan buku-
buku pasti kalian telah lahap,
kalian pun sangat bersemangat bukan, itu karena kalian
punya waktu. Kami tidak memiliki waktu
yang banyak disini wahai
saudaraku. Satu jam, yah satu
jam itu adalah waktu yang
dipatok untuk kami disini
untuk halaqoh, setelah itu kami harus terjun langsung ke
lapanagn jihad, sesuai dengan
tugas yang Telah diberikan
kepada kami. Kami di sini sangat menanti-
nantikan hari halaqoh tersebut
walau cuma satu jam
saudaraku, tentu kalian lebih
bersyukur, kalian lebih punya
waktu untuk menegakkan rukun-rukun halaqoh, Seperti
ta'aruf, tafahum dan takaful di
sana. Hafalan antum pasti lebih
banyak dari kami, Semua
pegawai dan pejuang Hamas di
sini wajib menghapal surat al
anfaal sebagai nyanyian
perang kami, saya menghapal di sela-sela waktu istirahat
perang, bagaimana Dengan
kalian? Akhir desember kemarin, saya
menghadiri acara wisuda
penamatan hafalan 30 juz
anakku yang pertama, ia
diantara 1000 anak yang tahun
ini menghapal al-qur'an, umurnya baru 10 tahun, saya
yakin anak-anak kalian jauh
lebih cepat menghapal al-quran
ketimbang anak-anak kami
disini, di Gaza tidak ada SDIT
seperti di tempat kalian, yang menyebar seperti jamur
sekarang. Mereka belajar di antara puing-
puing reruntuhan gedung
yang hancur, yang tanahnya
sudah diratakan, diatasnya
diberi beberapa helai daun
pohon kurma, yah di tempat itulah mereka belajar
saudaraku, bunyi suara
setoran hafalan al-quran
mereka bergemuruh diantara
bunyi-bunyi senapan tentara
Israel? Ayat-ayat Jihad paling cepat mereka hafal, karena
memang didepan mereka
tafsirnya. Langsung Mereka
rasakan. Wahai Saudaraku di Indonesia, Oh, iya, kami harus berterima
kasih kepada kalian semua,
melihat aksi solidaritas yang
kalian perlihatkan kepada
masyarakat dunia, kami
menyaksikan demo-demo kalian disini. Subhanallah, kami
sangat terhibur, karena kalian
juga merasakan apa yang
kami rasakan disini. Memang banyak masyarakat
dunia yang menangisi kami di
sini, termasuk kalian di
Indonesia. Namun, bukan
tangisan kalian yang kami
butuhkan saudaraku biarlah butiran air matamu adalah
catatan bukti nanti di akhirat
yang dicatat Allah sebagai
bukti ukhuwah kalian kepada
kami. Doa-doa kalian dan dana
kalian telah kami rasakan manfaatnya. Oh, iya hari semakin larut,
sebentar lagi adalah giliran
saya Untuk menjaga kantor,
tugasku untuk menunggu jika
ada telepon dan fax yang
masuk Insya Allah, nanti saya ingin sambung dengan surat
yang lain lagi Salam untuk
semua pejuang-pejuang islam
di Indonesia. Akhhuka…..Abdullah ( Gaza
City ..1430 H) sumber: http://www.voa-
islam.com/
harus menulis dan mengirim
surat ini untuk kalian di
Indonesia, Namun jika kalian
tetap bertanya kepadaku,
kenapa? Mungkin satu- satunya jawaban yang saya
miliki Adalah karena Negeri
kalian berpenduduk muslim
terbanyak di punggung bumi
ini, bukan demikian
saudaraku? Disaat saya menunaikan ibadah
haji beberapa tahun silam,
ketika pulang dari melempar
jumrah, saya sempat
berkenalan dengan salah
seorang aktivis da'wah dari Jama'ah haji asal Indonesia, dia
mengatakan kepadaku, setiap
tahun musim haji ada sekitar
205 ribu jama'ah haji berasal
dari Indonesia datang ke
Baitullah ini. Wah, sungguh jumlah angka yang sangat
fantastis dan membuat saya
berdecak kagum. Lalu saya mengatakan
kepadanya, saudaraku, jika
jumlah jama'ah Haji asal GAZA
sejak tahun 1987 Sampai
sekarang digabung, itu belum
bisa menyamai jumlah jama'ah haji dari negeri kalian dalam
satu musim haji saja. Padahal
jarak tempat kami ke Baitullah
lebih dekat dibanding kalian
yah?. wah, pasti uang kalian
sangat banyak yah?, apalagi menurut sahabatku itu ada 5%
dari rombongan tersebut yang
menunaikan ibadah haji untuk
yang kedua kalinya,
Subhanallah. Wahai saudaraku di Indonesia, Pernah saya berkhayal dalam
hati, kenapa saya dan kami
yang ada di GAZA ini, tidak
dilahirkan di negeri kalian saja.
Wah, pasti sangat indah dan
mengagumkan yah?. Negeri kalian aman, kaya dan subur,
setidaknya itu yang saya
ketahui Tentang negeri kalian. Pasti para ibu-ibu disana amat
mudah menyusui bayi-
bayinya, susu formula bayi
pasti dengan mudah kalian
dapatkan di toko-toko dan
para wanita hamil kalian mungkin dengan mudah
bersalin di rumah sakit yang
mereka inginkan. Ini yang membuatku iri
kepadamu saudaraku tidak
seperti di negeri kami ini,
saudaraku, anak-anak bayi
kami lahir di tenda-tenda
pengungsian. Bahkan tidak jarang tentara Israel menahan
mobil ambulance yang akan
mengantarkan istri kami
Melahirkan di rumah sakit
yang lebih lengkap alatnya di
daerah Rafah, Sehingga istri- istri kami terpaksa melahirkan
diatas mobil, yah diatas mobil
saudaraku!. Susu formula bayi adalah
barang yang langka di GAZA
sejak kami di blokade 2tahun
lalu, namun isteri kami tetap
menyusui bayi-bayinya dan
menyapihnya hingga dua tahun lamanya, walau
terkadang untuk
memperlancar ASI mereka,
isteri kami rela minum air
rendaman gandum. Namun, mengapa di negeri
kalian, katanya tidak sedikit
kasus pembuangan bayi yang
tidak jelas siapa ayah dan
ibunya, terkadang ditemukan
mati di parit-parit, di selokan- selokan dan di tempat sampah,
itu yang kami dapat dari
informasi televisi. Dan yang membuat saya
terkejut dan merinding,
ternyata negeri kalian adalah
negeri yang tertinggi kasus
Abortusnya untuk wilayah
ASIA, Astaghfirullah. Ada apa dengan kalian? Apakah karena
di negeri kalian tidak ada
konflik bersenjata seperti
kami disini, sehingga orang
bisa melakukan hal hina
tersebut?, sepertinya kalian belum menghargai arti sebuah
nyawa bagi kami di sini. Memang hampir setiap hari di
GAZA sejak penyerangan
Israel, kami menyaksikan
bayi-bayi kami mati, Namun,
bukanlah diselokan-selokan,
atau got-got apalagi ditempat sampah? saudaraku! Mereka
mati syahid, saudaraku! mati
syahid, karena serangan roket
tentara Israel! Kami temukan mereka tak
bernyawa lagi dipangkuan
ibunya, di bawah puing-puing
bangunan rumah kami yang
hancur oleh serangan roket
tentara Zionis Israel, Saudaraku, bagi kami nilai
seorang bayi adalah Aset
perjuangan perlawanan kami
terhadap penjajah Yahudi.
Mereka adalah mata rantai
yang akan menyambung perjuangan kami
memerdekakan Negeri ini. Perlu kalian ketahui, sejak
serangan Israel tanggal 27
desember (2009) kemarin,
Saudara-saudara kami yang
syahid sampai 1400 orang, 600
diantaranya adalah anak-anak kami, namun sejak
penyerangan itu pula sampai
hari ini, kami menyambut
lahirnya 3000 bayi baru Dijalur
Gaza, dan Subhanallah
kebanyakan mereka adalah anak laki-laki dan banyak
yang kembar, Allahu Akbar! Wahai saudaraku di Indonesia, Negeri kalian subur dan
makmur, tanaman apa saja
yang kalian tanam akan
tumbuh dan berbuah, namun
kenapa di negeri kalian masih
ada bayi yang kekurangan gizi, menderita busung lapar.
Apa karena kalian sulit
mencari rezki disana? apa
negeri kalian sedang di
blokade juga? Perlu kalian ketahui,
saudaraku, tidak ada satupun
bayi di Gaza yang menderita
kekurangan gizi apalagi
sampai mati kelaparan, walau
sudah lama kami diblokade. Kalian terlalu manja! Saya
adalah pegawai Tata Usaha di
kantor pemerintahan Hamas
Sudah 7 bulan ini, gaji bulanan
belum saya terima, tapi Allah
SWT yang akan mencukupkan rezki untuk kami. Perlu kalian ketahui pula, bulan
ini saja ada sekitar 300 pasang
pemuda baru saja
melangsungkan pernikahan.
Yah, mereka menikah di sela-
sela serangan agresi Israel, Mereka mengucapkan akad
nikah, diantara bunyi letupan
bom dan peluru saudaraku. Dan Perdana menteri kami,
yaitu Ust Isma'il Haniya
memberikan santunan awal
pernikahan bagi semua
keluarga baru tersebut. Wahai Saudaraku di Indonesia, Terkadang saya pun iri,
seandainya saya bisa
merasakan pengajian atau
halaqoh pembinaan Di Negeri
antum, seperti yang
diceritakan teman saya tersebut, program pengajian
kalian pasti bagus bukan,
banyak kitab mungkin yang
telah kalian baca, dan buku-
buku pasti kalian telah lahap,
kalian pun sangat bersemangat bukan, itu karena kalian
punya waktu. Kami tidak memiliki waktu
yang banyak disini wahai
saudaraku. Satu jam, yah satu
jam itu adalah waktu yang
dipatok untuk kami disini
untuk halaqoh, setelah itu kami harus terjun langsung ke
lapanagn jihad, sesuai dengan
tugas yang Telah diberikan
kepada kami. Kami di sini sangat menanti-
nantikan hari halaqoh tersebut
walau cuma satu jam
saudaraku, tentu kalian lebih
bersyukur, kalian lebih punya
waktu untuk menegakkan rukun-rukun halaqoh, Seperti
ta'aruf, tafahum dan takaful di
sana. Hafalan antum pasti lebih
banyak dari kami, Semua
pegawai dan pejuang Hamas di
sini wajib menghapal surat al
anfaal sebagai nyanyian
perang kami, saya menghapal di sela-sela waktu istirahat
perang, bagaimana Dengan
kalian? Akhir desember kemarin, saya
menghadiri acara wisuda
penamatan hafalan 30 juz
anakku yang pertama, ia
diantara 1000 anak yang tahun
ini menghapal al-qur'an, umurnya baru 10 tahun, saya
yakin anak-anak kalian jauh
lebih cepat menghapal al-quran
ketimbang anak-anak kami
disini, di Gaza tidak ada SDIT
seperti di tempat kalian, yang menyebar seperti jamur
sekarang. Mereka belajar di antara puing-
puing reruntuhan gedung
yang hancur, yang tanahnya
sudah diratakan, diatasnya
diberi beberapa helai daun
pohon kurma, yah di tempat itulah mereka belajar
saudaraku, bunyi suara
setoran hafalan al-quran
mereka bergemuruh diantara
bunyi-bunyi senapan tentara
Israel? Ayat-ayat Jihad paling cepat mereka hafal, karena
memang didepan mereka
tafsirnya. Langsung Mereka
rasakan. Wahai Saudaraku di Indonesia, Oh, iya, kami harus berterima
kasih kepada kalian semua,
melihat aksi solidaritas yang
kalian perlihatkan kepada
masyarakat dunia, kami
menyaksikan demo-demo kalian disini. Subhanallah, kami
sangat terhibur, karena kalian
juga merasakan apa yang
kami rasakan disini. Memang banyak masyarakat
dunia yang menangisi kami di
sini, termasuk kalian di
Indonesia. Namun, bukan
tangisan kalian yang kami
butuhkan saudaraku biarlah butiran air matamu adalah
catatan bukti nanti di akhirat
yang dicatat Allah sebagai
bukti ukhuwah kalian kepada
kami. Doa-doa kalian dan dana
kalian telah kami rasakan manfaatnya. Oh, iya hari semakin larut,
sebentar lagi adalah giliran
saya Untuk menjaga kantor,
tugasku untuk menunggu jika
ada telepon dan fax yang
masuk Insya Allah, nanti saya ingin sambung dengan surat
yang lain lagi Salam untuk
semua pejuang-pejuang islam
di Indonesia. Akhhuka…..Abdullah ( Gaza
City ..1430 H) sumber: http://www.voa-
islam.com/
Langganan:
Postingan (Atom)