1. Burung hantu adalah salah satu hewan paling setia karena hanya 1 kali kawin.
2. Burung Hantu ditemukan di semua benua kecuali Antartika.
3. Burung hantu betina lebih berat dan lebih besar dibandingkan dengan jantan dari jenis mereka.
4. Kebanyakan dapat memutarkan kepalanya tiga per empat lingkaran tanpa harus menggerakkan badannya.
5. Matanya tidak bergerak ketika melihat meskipun memiliki penglihatan binokuler seperti manusia.
6. Tidak dapat berkedip dan melirik ketika melihat mangsa. melainkan menggerakkan lehernya (kepala).
7. Mempunyai kelopak 3 kelopak mata : 1 untuk mengejapkan bila ada gangguan, 1 untuk tidur dan 1 untuk membersihkan mata.
8. Wajah mereka pipih seperti cakram dan berbulu, hal itu berguna untuk mengumpulkan dan memfokuskan gelombang bunyi sehingga mangsa tidak dapat melarikan diri.
9. Beberapa burung hantu memiliki ukuran tinggi daun telinga yang berbeda.
10. Aktif dimalam hari (nokturnal), kecuali beberapa jenis burung hantu yang seputih salju seperti hedwig burung hantu milik harry potter yang akif di siang hari.
11. Bulunya dirancang khusus untuk meredam bunyi agar dapat memfokuskan mangsa.
12. Burung hantu adalah pemangsa dan sangat membantu manusia dalam membasmi hama pengerat seperti tikus.
13. Hanya burung hantu jantan yang berwarna putih sempurna seperti Hedwig. Walau karakter hedwig adalah betina, kenyataannya ia burung hantu jantan.
14. Di Yunani kuno burung hantu adalah perlambang kebijaksanaan.
Melanjutkan perjuangan 41
Minggu, 13 Desember 2009
Wanita : Keluar dari Mulut Singa, Masuk Mulut Buaya
Tulisan ini bukan untuk meremehkan kaum wanita, ini hanya sebuah pendapat kecil saja.
Fenomena wanita abad ini menunjukkan, mereka telah terlalu jauh menembuas batas-batas yang bukan wilayahnya. Pekerjaan atau profesi yang semestinya spesifik dilakukan kaum pria kini banyak disabotase wanita. Mereka telah banyak menampilkan peranan dalam beberapa aspek kehidupan. Bahkan posisi paling vital dan strategis berhasil mereka raih, seperti presiden, perdana menteri atau pimpinan perusahaan dll. Kaum Adam terancam tergusur, maka tidak heran jika pengangguran merajalela.
Tenaga buruh (perlambang pekerjaan kasar) kini banyak dibanjiri olehnya, apalagi karyawan dan sekretaris perusahaan, sangat menjanjikan bagi wanita. Saat ini, hampir seluruh iklan di berbagai media tak satupun yang tak menampilkan keindahan tubuh wanita. Keindahan tubuh wanita dijadikan daya tarik konsumen. Tidak cukup itu, guna lebih melariskan barang-barang suatu produk, di toko atau yang datang ke rumah (Sales) digunakan tenaga wanita. Tentu dengan dandanan dan penampilan semenarik mungkin.
Perlakuan yang demikin menjadikan wanita semakin LIAR, maka sangat mudah bagi pria untuk mendapatkan "barang murah" itu. Terjadilah pelecehan seksual, yang tidak sedikit berlanjut pada tindak pemerkosaan dan tidak jarang pula berakhir dengan kasus pembunuhan. Birahi pria meronta akibat perilaku liar kaum wanita yang menyebabkan korban berjatuhan dari kaum wanita sendiri.
Anehnya, tak sedikit dari mereka yang merasa senang dengan kondisi seperti itu. Mungkin karena pelecehan dikemas dalam bentuk kebebasan, emansipasi, dan modernisasi. Bila pelecehan dianggap sanjungan, entah sudut pandang mana yang mereka lihat. Kapankah para wanita menyadarinya?. Sebenarnya bila mereka mau untuk melihat sejarah dan pengalaman yang telah lalu, maka sesegera mungkin mereka akan menyadarinya.
Fenomena wanita abad ini menunjukkan, mereka telah terlalu jauh menembuas batas-batas yang bukan wilayahnya. Pekerjaan atau profesi yang semestinya spesifik dilakukan kaum pria kini banyak disabotase wanita. Mereka telah banyak menampilkan peranan dalam beberapa aspek kehidupan. Bahkan posisi paling vital dan strategis berhasil mereka raih, seperti presiden, perdana menteri atau pimpinan perusahaan dll. Kaum Adam terancam tergusur, maka tidak heran jika pengangguran merajalela.
Tenaga buruh (perlambang pekerjaan kasar) kini banyak dibanjiri olehnya, apalagi karyawan dan sekretaris perusahaan, sangat menjanjikan bagi wanita. Saat ini, hampir seluruh iklan di berbagai media tak satupun yang tak menampilkan keindahan tubuh wanita. Keindahan tubuh wanita dijadikan daya tarik konsumen. Tidak cukup itu, guna lebih melariskan barang-barang suatu produk, di toko atau yang datang ke rumah (Sales) digunakan tenaga wanita. Tentu dengan dandanan dan penampilan semenarik mungkin.
Perlakuan yang demikin menjadikan wanita semakin LIAR, maka sangat mudah bagi pria untuk mendapatkan "barang murah" itu. Terjadilah pelecehan seksual, yang tidak sedikit berlanjut pada tindak pemerkosaan dan tidak jarang pula berakhir dengan kasus pembunuhan. Birahi pria meronta akibat perilaku liar kaum wanita yang menyebabkan korban berjatuhan dari kaum wanita sendiri.
Anehnya, tak sedikit dari mereka yang merasa senang dengan kondisi seperti itu. Mungkin karena pelecehan dikemas dalam bentuk kebebasan, emansipasi, dan modernisasi. Bila pelecehan dianggap sanjungan, entah sudut pandang mana yang mereka lihat. Kapankah para wanita menyadarinya?. Sebenarnya bila mereka mau untuk melihat sejarah dan pengalaman yang telah lalu, maka sesegera mungkin mereka akan menyadarinya.
Jakarta & Bandung Hilang dari Pulau Jawa??
Jakarta hilang dari pulau Jawa? Tenggelam atau?
Wah... pertanyaan itu muncul ketika ada salah seorang temanku yg bertanya soal mudik. Temanku itu bertanya "Zar, lo mudik gak?", belum lagi aku sempat menjawab, dia langsung memotong kembali, "Oh, iya gw lupa. Lo kan anak Jakarta ye, meski aslinya sunda. Hehehe..." temanku itu tertawa terkekeh-kekeh.
"Ya, dulu keluarga gw emang ada di Bandung. Tapi, semenjak adik gw di lahirkan tahun 93, semuanya pindah ke Jakarta (perbatasan Jakarta siy tepatnya)", begitu ku jelaskan pada temanku. "Owh..." dia langsung mengangguk yg dari keliatannya dia bingung. Tak ketinggalan 'heboh', aku pun kembali bertanya. "emang lo mau mudik kemana?", belum selesai nanya dia langsung motong, "Jawa!!". Dan dengan sombongnya, tanpa berfikir Jakarta dan Bandung ada di Pulau Jawa, dia belaga hebat menjelaskan darimana dia berasal. "mbah, bude, sodara2 lain gw mah ada di Jawa semua, di Jakarta mah cuma keluarga gw doank". Dalam hati aku bilang 'Lah, niy orang. Emang Jakarta ada dimana kalo bukan di Jawa?'. Atau mungkin temanku itu punya Jakarta yg lain?, rasanya tidak. Karena hampir tiap hari aku bertemu dengannya.
Sekali lagi dengan sombongnya dan tanpa tahu Bandung itu ada dimana, dia bertanya lagi "eh, walau lo udah gak ada sapa2 lagi di Bandung. Pernah gak lo k sana?", "pernah, kan temen masa kecil gw masi ada" aku bilang gitu. Bermaksud membandingkan kampung halamannya, dia bertanya lagi dengan bodohnya (maaf), "menurut lo enakan di Bandung apa Jawa?". "gak tau deh, gw gak tau Jawa ada dimana!!" Begitu ku jawab pada temanku. Dan jelas sekali dia tampak bingung.
Kapan ya temanku itu nyadar kalo dia itu belum nyebutin Jawa apa yg dimaksud dia. Dan kapan juga ya dia ngembaliin Jakarta dan Bandung ke Pulau Jawa?, hahaha...
Wah... pertanyaan itu muncul ketika ada salah seorang temanku yg bertanya soal mudik. Temanku itu bertanya "Zar, lo mudik gak?", belum lagi aku sempat menjawab, dia langsung memotong kembali, "Oh, iya gw lupa. Lo kan anak Jakarta ye, meski aslinya sunda. Hehehe..." temanku itu tertawa terkekeh-kekeh.
"Ya, dulu keluarga gw emang ada di Bandung. Tapi, semenjak adik gw di lahirkan tahun 93, semuanya pindah ke Jakarta (perbatasan Jakarta siy tepatnya)", begitu ku jelaskan pada temanku. "Owh..." dia langsung mengangguk yg dari keliatannya dia bingung. Tak ketinggalan 'heboh', aku pun kembali bertanya. "emang lo mau mudik kemana?", belum selesai nanya dia langsung motong, "Jawa!!". Dan dengan sombongnya, tanpa berfikir Jakarta dan Bandung ada di Pulau Jawa, dia belaga hebat menjelaskan darimana dia berasal. "mbah, bude, sodara2 lain gw mah ada di Jawa semua, di Jakarta mah cuma keluarga gw doank". Dalam hati aku bilang 'Lah, niy orang. Emang Jakarta ada dimana kalo bukan di Jawa?'. Atau mungkin temanku itu punya Jakarta yg lain?, rasanya tidak. Karena hampir tiap hari aku bertemu dengannya.
Sekali lagi dengan sombongnya dan tanpa tahu Bandung itu ada dimana, dia bertanya lagi "eh, walau lo udah gak ada sapa2 lagi di Bandung. Pernah gak lo k sana?", "pernah, kan temen masa kecil gw masi ada" aku bilang gitu. Bermaksud membandingkan kampung halamannya, dia bertanya lagi dengan bodohnya (maaf), "menurut lo enakan di Bandung apa Jawa?". "gak tau deh, gw gak tau Jawa ada dimana!!" Begitu ku jawab pada temanku. Dan jelas sekali dia tampak bingung.
Kapan ya temanku itu nyadar kalo dia itu belum nyebutin Jawa apa yg dimaksud dia. Dan kapan juga ya dia ngembaliin Jakarta dan Bandung ke Pulau Jawa?, hahaha...
Puasa Hari Pertama? (Versi Cewe)
Jujur sebenernya ini hal bodoh dan aneh tapi aku lakukan. Hahahaha, menanyakan bagaimana puasa hari pertama pada sejumlah teman-teman sekelasku lalu mempostingnya. Dengan Menanyakan hal yang sama pada orang-orang yang ada di sekitarku, yaitu "Bagaimana Puasa Hari Pertama?", Ada Berbagai macam jawaban unik dari mereka. Walau masih bingung mau edit kayak apa percakapan itu, tapi, apa boleh buat sudah terlanjur terjadi percakapan itu dan berikut inilah hasilnya :
Pendapat pertama dari Nury. Nury bilang "Gak puasa, biasalah Juanito".
"Alhamdulillah" Nah kalo itu kata Ishma, simple tapi berisi (apasih?), "afwan zar, emg gak ada kerjaan laen?" itu tambahan dari ishma yang mungkin bingung ditanyain seputar puasa sama orang aneh macem aku.
Serupa tapi tak sama dengan Ishma, menurut Putri puasa pertama itu "alhamdulillah.... rasanya seneeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeng banget". sama aku juga seneng bisa dapet kesempatan berpuasa lagi.
Kalo menurut Ira "ya gitu deh, lom tau, lagi gak :)", kayaknya ini juga mirip pendapat siapa ya?, Ah mungkin cuma perasaan aja kali ya.
Apalagi ya kalo menurut kiky?. "Alhamdulillah tetap semangat ALLAHU AKBAR!!" begitu tuh kalo kata kiky mah perihal puasa hari pertama.
Nah, sobat mungkin itu cuma sebagian pendapat kecil saja dan dari sumber yang sedikit pula. menurut kalian sendiri puasa pertama bagaimana?. Apakah ada perbedaan dengan tahun lalu?, berharap siyh semoga perbedaan itu justru lebih baik ya...
Buat kamu yang ingin berpendapat soal puasa, silahkan kasih komen ya!
Label: Ramadhan
Diposkan oleh Izar Baik di 20:05
2 komentar:
Anonim mengatakan...
zar, teganya engkau....
ternyata lo tanya ntu bwt blog ini...:((
1 September 2008 00:10
Izar Baik mengatakan...
mangap ya.... saya Ndak izin dulu wawancaranya. Abis idenya dadakan... hehehehe!!
Pendapat pertama dari Nury. Nury bilang "Gak puasa, biasalah Juanito".
"Alhamdulillah" Nah kalo itu kata Ishma, simple tapi berisi (apasih?), "afwan zar, emg gak ada kerjaan laen?" itu tambahan dari ishma yang mungkin bingung ditanyain seputar puasa sama orang aneh macem aku.
Serupa tapi tak sama dengan Ishma, menurut Putri puasa pertama itu "alhamdulillah.... rasanya seneeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeng banget". sama aku juga seneng bisa dapet kesempatan berpuasa lagi.
Kalo menurut Ira "ya gitu deh, lom tau, lagi gak :)", kayaknya ini juga mirip pendapat siapa ya?, Ah mungkin cuma perasaan aja kali ya.
Apalagi ya kalo menurut kiky?. "Alhamdulillah tetap semangat ALLAHU AKBAR!!" begitu tuh kalo kata kiky mah perihal puasa hari pertama.
Nah, sobat mungkin itu cuma sebagian pendapat kecil saja dan dari sumber yang sedikit pula. menurut kalian sendiri puasa pertama bagaimana?. Apakah ada perbedaan dengan tahun lalu?, berharap siyh semoga perbedaan itu justru lebih baik ya...
Buat kamu yang ingin berpendapat soal puasa, silahkan kasih komen ya!
Label: Ramadhan
Diposkan oleh Izar Baik di 20:05
2 komentar:
Anonim mengatakan...
zar, teganya engkau....
ternyata lo tanya ntu bwt blog ini...:((
1 September 2008 00:10
Izar Baik mengatakan...
mangap ya.... saya Ndak izin dulu wawancaranya. Abis idenya dadakan... hehehehe!!
Puasa Pertama? (versi cowo)
Nah, kalo tadi udah dipaparkan pendapat para wanita, sekarang saatnya para pria unjuk gigi memberikan pendapatnya. sama halnya dengan responden wanita tadi yang semuanya temen sekelas, responden pria pun temen sekelas juga. udah ah, gak usah buang2 waktu, nih liat aja apa kata para pria soal puasa hari pertama :
Sebenernya org pertama yang aku tanya Doni, berhubung dia gak jawab jadi yang pertama Furqon. Furqon bilang puasa pertama itu "Biasa2 aje", Datar ya?. hehehehe, tapi itu lah sebuah pendapat, kita harus hargai ok.
Sementara Eghi bilang "MENYENANGKAN, :D" huruf kapital semua tuh si Eghi nulisnya. keliatan masih semangat.
Ada juga loh pendapat yang non islam "Ah, ikutan puasa juga ah.." tapi seketika berubah pikiran "malaaaaaas, gw laper sumpeh.." itu Indra, non islam satu2nya di kelas.
Si Fikri lain lagi, entah apa maksudnya. emang siyh pertanyaan ke fikri agak beda dibandingkan temen2 lain. Aku bertanya "Fik, puasa hari pertama udah batal brp?" "30 kali". mungkin dia niat buat batalin ampe 30 kali yak?, hehehehehe... becanda!, jelas2 yg bloon penulis blog ini.
kawan, berhubung temen2 lagi pada sibuk dan penulis juga sama sibuknya. jadi cuma segitu tuh data yang bisa di ambil dan di publish.
Dan tetap aku tawarkan bagi Anda para komentator, silahkan berikan pendapatnya. ditunggu ya!
Label: Ramadhan
Diposkan oleh Izar Baik di 20:57
3 komentar:
Mas Ridho mengatakan...
Pertamaxxx.
Mas, saya kok blom di wawancarain ?
coba dong tanya saya
31 Agustus 2008 22:19
Izar Baik mengatakan...
lupa mas, itu ambil responden yg tercepat saja. temen sekelas sendiri.
1 September 2008 01:27
day.. mengatakan...
puasa terus ya... tinggal 7 hari lagi!
Sebenernya org pertama yang aku tanya Doni, berhubung dia gak jawab jadi yang pertama Furqon. Furqon bilang puasa pertama itu "Biasa2 aje", Datar ya?. hehehehe, tapi itu lah sebuah pendapat, kita harus hargai ok.
Sementara Eghi bilang "MENYENANGKAN, :D" huruf kapital semua tuh si Eghi nulisnya. keliatan masih semangat.
Ada juga loh pendapat yang non islam "Ah, ikutan puasa juga ah.." tapi seketika berubah pikiran "malaaaaaas, gw laper sumpeh.." itu Indra, non islam satu2nya di kelas.
Si Fikri lain lagi, entah apa maksudnya. emang siyh pertanyaan ke fikri agak beda dibandingkan temen2 lain. Aku bertanya "Fik, puasa hari pertama udah batal brp?" "30 kali". mungkin dia niat buat batalin ampe 30 kali yak?, hehehehehe... becanda!, jelas2 yg bloon penulis blog ini.
kawan, berhubung temen2 lagi pada sibuk dan penulis juga sama sibuknya. jadi cuma segitu tuh data yang bisa di ambil dan di publish.
Dan tetap aku tawarkan bagi Anda para komentator, silahkan berikan pendapatnya. ditunggu ya!
Label: Ramadhan
Diposkan oleh Izar Baik di 20:57
3 komentar:
Mas Ridho mengatakan...
Pertamaxxx.
Mas, saya kok blom di wawancarain ?
coba dong tanya saya
31 Agustus 2008 22:19
Izar Baik mengatakan...
lupa mas, itu ambil responden yg tercepat saja. temen sekelas sendiri.
1 September 2008 01:27
day.. mengatakan...
puasa terus ya... tinggal 7 hari lagi!
Langganan:
Postingan (Atom)