Melanjutkan perjuangan 41
Minggu, 07 Juli 2013
Pacaran ? No Way !! ^_^
Bismillaah... Katanya kalo nikah gak kenal sifat aslinya nanti nyesel karena gak tahu kepribadiannya, Kalo pacaran dulu kan jadi tahu sifatnya| kalo pacaran dulu pasti gak jadi-jadi nikah kalo udah tahu sifat aslinya yang ternyata gak kita suka, bukannya dalam hubungan asmara sering menggembor-gemborkan istilah "menerima apa adanya" atas nama cintanya kepada sang kekasih , lalu kenapa istilah "menerima apa adanya" tadi tidak bisa berlaku pada pasangan halal kita atas nama cinta kita pada Sang Khalik, bukankah kesabaran kita atas kekurangan suami/istri adalah ladang pahala yang tidak perlu jauh-jauh kita cari? Biasanya orang kalo pacaran juga yang dikasih liat yang baek-baeknya doank. Kalo emang tujuan pacaran itu cuma buat mengenal karakter calon kita.. Harusnya gak perlu pake pegang donk? Gak perlu pake meluk donk? Gak perlu pake mojok berdua donk? Ayang-ayangan?? mamih pipih?? bunda yanda?? abi umi?? beibeh?? Sampe kiss segala? Sampe zina segala? Mo pacaran? No Way.. !! Kalo alasan pacaran MURNI cuma buat mengenal terlebih dahulu calon kita, lewat ta'aruf yang syar'i InsyaAllah lebih aman, dari murrabi kamu bisa dapet biodatanya dari A-D , lho kok dikit? :D Kalo kurang dan ada yang pengen ditanyain ya tinggal nanya langsung sama orangnya pas nadhar (melihat calon), tentunya ditemani pihak ketiga, biar posisi ketiganya gak digantiin setan yang ikut nimbrung mengacaukan suasana. Selebihnya kita cari tahu sendiri lewat lingkungannya, pergaulannya, dll. Atau kalau calon yang jadi target kita ntuh tetangga sebelah rumah yang udah kita kenal dari orok, tinggal datengi orang tuanya aja langsung :D Gak pacaran bukan berarti nyuruh kita nikah sama orang yang gak jelas asal-usulnya, please deh.. Masa anda pernah mikir gitu?? Islam itu agama yang sempurna, gak bakalan Islam melarang sesuatu tanpa ngasih solusi,, Allah udah bilang jangan " mendekati zina", kenapa?? Karena zina itu seburuk-buruk perbuatan. Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah —shallallahu ‘alaihi wa sallam— ditanya tentang apa yang paling banyak memasukkan manusia ke surga, maka beliau bersabda: “Taqwa kepada Allah dan bagusnya akhlaq.” Dan beliau ditanya tentang apa yang paling banyak memasukkan manusia ke neraka, maka beliau bersabda: “mulut dan farji (kemaluan)” (HR At-Tirmidzi) Emang kalo cinta musti , harus , kudu , jadi satu gitu?? Percuma di dunia jadi satu kalo di akhirat malah masuk Neraka dan saling menyalahkan "gara-gara elo nih gue jadi masuk Neraka" pernah baca ayat yang ini. "Pada hari itu sahabat-sahabat karib: Setengahnya akan menjadi musuh kepada setengahnya yang lain, kecuali orang-orang yang persahabatannya berdasarkan takwa (iman dan amal soleh). "(Az-Zukhruf:67) Padahal ini hubungan persahabatan yang halal loh, bukan pacaran yang udah jelas haram, tapi di akhirat bakalan jadi musuh kalo bersahabatnya bukan dijalan Allah, misalnya jadi sahabat karena sama-sama penggemar K-Pop, atau jadi sahabat sama-sama penggemar Club Sepak bola, begonoh.. So, pastinya kita pengen pernikahan kita bener-bener bernilai ibadah kan? Pengen bahagia dunia akhirat kan? pengen pernikahannya barakah kan? Makanya semuanya musti diusahakan jauh-jauh dari hal yang diharamkan, kudu banget ini.. Mulai dari niatnya menikah, mencari calon, prosesi pernikahan, hingga tata laksana rumah tangga kudu bener-bener buat mengharap ridha Allah semata, dengan cara yang baik sesuai syari'at. Semoga kita semua istiqomah menjaga cinta dan kehormatan hanya untuk yang Allah halalkan, Aamiin. Author : Ameera 'Afya' Nurjannah http://www.facebook.com/pages/Izinkan-Aku-Menikah-Tanpa-Pacaran/124803064261837 Di salin kembali dari fanspage Majalah Elfata - Media Muslim Muda
Subhanallah, Allahku Maha Kueereen!
Gambar yang disertakan menunjukkan bayi yang baru saja lahir berserta kantung air ketuban yang masih dalam keadaan baik.
Gambar ini berbicara supaya kita semua berfikir bagaimana ALLAH SWT menjadikan lendiran-lendiran ini sebagai wakil (pelindung) dari sang Janin, tatkala ia berada di dalam kandungan ibunya, di saat dia tidak punya siapa-siapa melainkan hanya ALLAH Subhanahu wata'ala.
Amazing bukan KebesaranNYA ?? .......
Kitapun pernah berada di dalam lendir-lendir itu selama 9 bulan, 10 hari. Bersyukurlah karena kita tidak bernasib seperti janin-janin yang terbuang, yang sengaja di gugurkan oleh calon Ibu biadab. Bersyukurlah bahwa Allah mengirimkan malaikat pelindungnya hingga kita bisa berkesempatan menghirup nafas dan melihat Indahnya dunia.
Seorang ulama pernah menyebut:
" Tawakkal seorang bayi sangat tinggi melangit, dibandingkan tawakkal kita kepada ALLAH Subhahanu wala'ala, bayi tidak mampu berbuat apa-apa dan menyerahkan takdir sepenuhnya untuk diperlakukan apapun, untuk dibuang, digugurkan, dibunuh dsb. Tapi ALLAH Subhahanu watala'a Maha Pelindung, sekiranya berkehendak sebaliknya, maka dikirimlah malaikat penjaganya "
Gambar yang cukup mengagumkan dan membuatkan kita berfikir akan keajaiban ciptaan dan kuasa ALLAH SWT.
Sumber Fanspage: Muslim Sejati
Ya Rabb, Ajari Aku Agar Bisa Menangis Karena-MU
♥♥ Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh ♥♥
♥ Bismillahirrahmanirrahiim ♥
Segala puji hanya milik ALLAH Rabb semesta alam yang menggenggam jiwa, ruh dan hati manusia, yang tak pernah henti memberikan nikmat, syukurku mungkin tak sebanding dengan nikmat dan karunia-Nya, kalau dibandingkan maka rasa syukur manusia hanya setitis, sedangkan nikmat yang diberi ALLAH melangit luas. Maka nikmat Tuhan mu yang manakah yang kau dustakan?? Shalawat serta salam selalu terhatur tuk Baginda Rasulullah S.A.W yang dengan kasih sayangnya hingga menjadi rahmat bagi alam, semoga kita termasuk dalam golongan umat Rasulullah ya.. Aamiin.
ALLAH begitu dekat, namun kenapa diri ini malah menjauh dari-Nya, padahal diri ini rapuh tanpa kekuatan dari-Mu ya Rabb. ALLAH.. aku rindu pada detik-detik ketika awal hidayah-Mu Kau beri padaku, detik-detik yang membuat hati ini terenyuh, terpanggil untuk segera memenuhi panggilan-Mu untuk berhijab. ALLAH.. betapa mudahnya aku dulu menangis karena takut kepada-Mu, betapa mudahnya saat itu aku menangis karena rindu dengan-Mu, namun kenapa ya ALLAH seakan aku sulit untuk mengeluarkan bulir-bulir air mata ini karena rindu dan takut kepada-Mu.
Ya ALLAH.. tolong hambamu jangan Kau butakan hati dan jangan pula Kau lena kan diri ini dengan keduniawian, karena sungguh kehidupan Akhirat-Mu lebih indah dan kekal.
Ya ALLAH.. bersihkan hati ini dari noda-noda yang membuat hati ini menjadi karat-karat yang susah untuk dibersihkan. ALLAH ya Rabb.. aku tahu betapa seorang Rasulullah yang begitu mulia tanpa dosa mudah sekali menangis karena takut kepada-Mu, begitu pula seorang amirul mukminin Umar Bin Khattab yang selalu menangis bila teringat dosa-dosanya pada zaman jahiliyahnya dulu, padahal telah Engkau jamin Umar masuk surga. Begitu juga dengan Utsman bin Affan seorang yang begitu pemalu dengan mudahnya menangis karena takut kepada-Mu. Tapi aku ya ALLAH.. aku hanya hamba yang lemah, dhoif, rapuh saat ini tak mudah untuk menangis, aku sedih ya ALLAH.. karena aku tak bisa menangis.
Ya ALLAH.. berikan aku hati, agar aku dapat menangis dan dapat mencintai-Mu dengan sempurna. ALLAH ya Rabb.. jangan kau tutup pintu-Mu saat aku ketuk, dan jangan pula Kau usir aku dari pintu hidayah-Mu.. ALLAH aku mengemis cinta-Mu, sungguh tiada cinta yang sempurna selain daripada cinta-Mu. Ya ALLAH.. jadikanlah diri ini agar dapat menjadikan-Mu sebagai Cinta Sejati ku. Buat lah aku jatuh cinta kepada-Mu ya Rabb.. sungguh hanya Cinta-Mu yang tak pernah menyakitkan hati.
Ya ALLAH.. penuhi mata ini dengan bulir-bulir air mata karena takut kepada-Mu dan karena rindu dengan-Mu. Terimakasih ya ALLAH.. telah Kau sapa aku, maka teruslah berikan aku sapaan Cinta-Mu.
Aamiin Yaa Rabbal' Aalamiin. . .
Wallahu a’lam bish-shawab.
Sumber : Fanspage Fastabiqul Khoirot
Divisi Ijtima`i ( Interaksi Pria Dan Wanita )
♥♥♥ DIVISI IJTIMA'I (INTERAKSI PRIA DAN WANITA) ♥♥♥ = Aurat Wanita Pembahasan aurat wanita dibagi menjadi tiga keadaan, yaitu: 1. Di hadapan suami mereka maka wanita boleh menampakkan seluruh bagian tubuhnya (berdasarkan hadits riwayat Bahz bin Hakim). 2. Di hadapan mahramnya dan orang-orang yang disebut dalam Qs. an-Nûr [24]: 31 dan Qs. an-Nisâ’ [4]: 23 maka baginya boleh menampilkan bagian tertentu dari anggota tubuhnya yang biasa disebut mahaluzzinah yaitu anggota badan yang biasanya dijadikan tempat perhiasan, seperti: kepala seluruhnya, tempat kalung (leher), tempat gelang tangan (pergelangan tangan) sampai pangkal lengan dan tempat gelang kaki (pergelangan kaki) sampai lutut. Mahaluzzinah ini biasa tampak ketika wanita memakai baju dalam rumah (mihnah). Pemahaman mahaluzzinah ini diambil dari firman Allah SWT: “….dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali…” (Qs. an-Nûr [24]: 31). Kata zinah yang secara bahasa berarti perhiasan, tetapi bukanlah perhiasan yang biasa dipakai orang tetapi makna zinah di sini adalah anggota badan yang merupakan tempat perhiasan (mahaluzzinah), karena illa mâ zhahara minha yang dimaksud adalah yang biasa nampak pada saat itu (saat ayat ini turun) yaitu muka dan telapak tangan, jadi menyangkut anggota badan. 3. Adapun di hadapan laki-laki selain suami dan mahramnya maka aurat wanita adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Dasar dari penentuan aurat wanita adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan, yaitu: “….dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (Qs. an-Nûr [24]: 31). Sedangkan yang dimaksud dengan yang biasa nampak daripadanya adalah wajah dan telapak tangan. Karena dua bagian ini yang biasa nampak dari wanita muslimah di hadapan Rasul Muhammad Saw (baik dalam sholat, haji maupun dalam kehidupan sehari-hari di luar sholat dan haji) dan Rasul mendiamkannya sementara ayat-ayat al-Qu’ran masih turun. Tafsir mengenai hal ini, Ibnu Abbas menyatakan yang dimaksud dengan illa mâ zhahara minha adalah muka dan tangan, juga dari Imam Ibnu Jarir ath-Thabari menyatakan “Pendapat yang paling kuat dalam masalah ini adalah pendapat yang menyatakan bahwa sesuatu yang biasa nampak adalah muka dan telapak tangan.” (Jami’ al-Bayan fi Tafsir al-Qur’an, jld. 18, hal. 94). Hal tersebut diperkuat dengan sabda Rasul Saw kepada Asma’ binti Abu Bakar: “Wahai Asma’: Sesungguhnya wanita yang telah haid tidak layak baginya terlihat dari tubuhnya kecuali ini dan ini. Beliau menunjuk pada wajah dan telapak tangannya.” [HR. Abu Dawud, No. 3580]. Qs. an-Nûr [24]: 31 turun sebelum ayat tentang jilbab sehingga ayat ini hanya menyampaikan batasan aurat dan perintah memakai kerudung. Sedangkan kewajiban berjilbab (jubah) akan dibahas menyusul. -------------- Mari Sahabat...Raih Pahala SEBARKAN Informasi ini... Semoga tercatat sebagai amal baik buat kita bersama. Ajak gabung sahabat Muslimah lainnya di Komunitas Muslimah Rindu Syariah & Khilafah Jazakumullahu khairan khatsiron =) Sumber : Komunitas Muslimah Rindu Syariah & Khilafah
Ikut2an Dan Pentingnya Ilmu
Dilarangnya kita ikut2an bukan hanya untuk barang negatif, my dear anggota page. Tapi juga hal positif.
Tadi siang saya memposting contoh: orang2 pacaran, orang2 merokok, nge-fans dengan boyband klimis, nge-gang, kelayapan malam-malam, pada umumnya karena ikut2an. Itu betul. Apa selera orang disekitarnya dia ikut, apa trend di sebelahnya dia nyangkut. Sama sekali tidak peduli, misalnya, kalau anggota boyband yg dia gilai, hidup serumah dengan cewek lain tanpa menikah, hidup bebas, dan bertebaran prilaku sejenis lainnya. Lupa, ada nasehat dalam agama ini, kelak, di hari penghabisan, kita akan bersama dengan orang yang kita 'cintai' di dunia ini. Jadi, kalau suka anggota boyband, nanti bergabung dengan barisan mereka. Bukan barisan yang lain.
Tapi saya tidak akan membahas hal ini, kadung susah menghadapi orang2nya, sudah berbeda zona waktu. Saya hanya akan menjelaskan urusan lain yang lebih mendesak dan penting, dan semoga didengarkan. Bahwa, dalam hal positif pun kita dilarang sekadar ikut2an.
Shalat misalnya, itu benar, anak2 diajarkan shalat dengan mencontoh, dengan mengikuti gerakan orang dewasa, dengan meniru bacaan orang dewasa di sekitarnya, tapi mutlak hukumnya, saat seseorang sudah tiba masanya, dia mencari tahu kenapa harus shalat, kenapa dia shalatnya begitu, dan berbagai penjelasan penting tentang: kenapa harus ada aktivitas yang disebut shalat. Bagaimana mungkin, kelak hingga mati, kita sama sekali tidak punya ide kenapa selama ini saya harus shalat, apa tujuan shalat, kenapa begini, kenapa begitu. Astagfirullah, bayangkan, apa kata dunia, berpuluh tahun kita shalat, bahkan kita tidak tahu kenapa harus ada barang yang disebut shalat. Lantas ditanya, kenapa shalat? Ikut-ikutan. Gawat sekali, kawan.
Jadi, jika dalam urusan shalat (yang jelas langit-bumi pasti positif) kita disuruh tahu ilmunya, tahu alasannya, punya pondasi pengetahuan yang memadai, apalagi urusan lain. Silahkan saja ikut2an banyak hal, tapi pastikan kita tahu itu positif, bermanfaat. Banyak orang menjadi spesial, karena ikut2an pada awalnya, tapi kemudian dia mencari tahu apa untungnya, apa ruginya. Paham apa yang harus dilakukan, apa yang harus diperbaiki.
My dear anggota page, manusia diciptakan begitu sempurna oleh Allah. Kita jelas bukan mahkluk paling kuat, paling cepat, paling liat, tapi kita dilengkapi dengan akal pikiran. Gunakanlah untuk berpikir. Manusia adalah mahkluk merdeka, kita diberikan hak memilih, hak untuk menentukan diri sendiri, maka jangan pernah biarkan trend, kecenderungan, justeru merendahkan hak-hak istimewa yang diberikan oleh Allah. Jika kalian masih remaja, masih sekolah, itu masa keemasan untuk belajar banyak hal, membaca beratus buku, menimbun pengetahuan--apa saja, itu momen hebat untuk mulai memiliki pondasi yang baik dalam setiap urusan. Biarkan saja teman-teman kalian sibuk dengan trend, kalian sebaliknya sibuk memperbaiki diri. Biarkan saja teman2 kalian asyik dengan pacaran dan gaya hidup mereka, bahkan tega bilang kita kuper, nggak gaul, kalian pilihlah sibuk terus belajar.
Pada akhirnya, orang2 yang paham ikut2an sesuatu yang positif dan bermanfaat, akan terlihat cool dalam setiap kesempatan--sesederhana apapun orang tersebut. Dan jelas, tidak akan merugi orang2 yang selalu tahu kenapa dia harus melakukan sesuatu.
Nah, akan saya tutup tulisan ini dengan sebuah pertanyaan--dari teman kalian juga yang seusia: Bang Tere bagaimana biar kita tahu apakah kita suka ikut2an atau tidak atas sesuatu?
Jawabannya: Mudah. Lihat saja apa reaksi kita saat melihat postingan yg mengingatkan soal tersebut. Kalau kita sakit hati, tersinggung, defensif, komplain, keberatan, marah2, balas sok tahu menceramahi/menasehati atas postingan tersebut, baik langsung, maupun hanya dalam hati, maka biasanya positif kita ikut2an. Karena orang yg tahu persis dia TIDAK ikut2an, saat ada orang yg menyebut2, menyindir2, maka dia baik2 saja, karena dia tahu persis kenapa dia melakukannya.
Sumber : Fanspage Darwis Tere Liye
Anak Laki Laki dan Anak Perempuan
Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah SAW bersabda: wanita dinikahi karena empat hal, yaitu karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Dan dahulukanlah agamanya, jika tidak maka kamu akan menyesal. (HR. Bukhari)
Membaca hadis ini bukan: ada 4 kriteria mencari jodoh, lantas utamakanlah kriteria ke-4, agama. Bukan begitu. Hadis ini tidak sedang menyusun kriteria mencari jodoh. Membaca hadis ini adalah: umumnya orang2 menikahi seorang wanita karena empat hal: harta, keturunan dan kecantikan, dan agamanya. Boleh menggunakan 3 sebab pertama? Boleh, tapi bersiaplah besok lusa menyesal. Besok lusa ini tidak sebatas besok lusa hitungan tahun, tapi kelak hingga akhir yang sebenarnya akhir. Orang2 yang menggunakan sebab terakhir, insya Allah tidak akan menyesal. Mau percaya atau tidak atas wasiat ini, dikembalikan ke masing-masing.
Tetapi, Tere Liye itu bukan ahli tafsir, dan tulisan pendek ini tidak dibuat untuk membahas soal hadis ini secara detail. Saya justeru ingin membahas hal lain, yaitu: urusan "remeh-remeh" saja.
Coba lihatlah, saya hampir tidak menemukan syarat jodoh yang baik itu, bahwa wanita harus:
1. Bisa masak
2. Bisa mencuci
3. Bisa ngepel
4. atau bisa menjahit pakaian
Menarik sekali, bukan?
Lantas kenapa selama ini, seolah-olah pekerjaan domestik adalah tanggungjawab wanita? Saya tidak tahu muasalnya. Tapi jelas, dalam agama kita, banyak teladan yang menunjukkan bahwa laki-laki juga terlibat dalam pekerjaan domestik/rumah tangga--termasuk teladan dari Rasul Allah.
Kenapa wanita harus dinikahi karena alasan agama? Karena pentingnya posisi Ibu sebagai orang pertama yang menanamkan kepribadian pada anak-anak. Karena pentingnya posisi Ibu sebagai orang yang "mengurus seluruh rumah tangga". Bicara soal mengurus rumah tangga, maka itu bukan semata2 pekerjaan domestik seperti mencuci, masak, kecil sekali kalau hanya itu, tapi lebih dari itu, seperti menjaga kehormatan keluarga. Saya tidak main-main soal 'kehormatan keluarga' ini. Seorang istri yang baik, bahkan bisa menjaga suaminya dari prilaku korupsi waktu, korupsi perjalanan dinas, dsbgnya. Bukan justeru istrinya yang membujuk suami agar nebeng fasilitas kantor dalam banyak hal.
Nah, seseorang dibilang punya agama yang baik, mutlak alias harus alias kudu: punya ilmu yang tinggi. Ini lebih menarik lagi. Agama yang baik bukan karena hanya dia siang malam shalat, tidak putus berpuasa, dsbgnya, tapi juga ilmunya yang tinggi. Lagi-lagi saya tidak menemukan relevansi bisa masak, mencuci, ngepel, atau bisa menjahit pakaian di sini. Dan ingat, ilmu agama tinggi itu mencakup banyak aspek.
Maka, agar tulisan ini tidak kemana-mana, akan sy singkat saja, sbb:
1. Jika kalian laki-laki, tanggungjawab pekerjaan domestik/rumah tangga juga melekat pada kita. Kita tidak bisa masak, no problem, tapi mencuci piring bisa kan? Anak2 atau remaja laki-laki harus dididik menguasai pekerjaan rumah tangga, termasuk menyikat kamar mandi, mencuci, menyetrika. Percayalah ibu, bapak, jika anak2 cowok kita sejak kecil sudha jago dalam urusan ini, besok lusa akan berjodoh dengan gadis yang cantik. Itu keliru sekali pemahaman yg bilang, pekerjaan rumah tangga adalah pekerjaan cewek.
2. Jika kalian wanita, maka memiliki ilmu tinggi (baik agama maupun bukan) adalah tuntutan. Ibu rumah tangga dengan pendidikan tinggi, menjadi modal yang baik untuk menanamkan ahklak yg cemerlang bagi anak-anaknya. Well yeah, kenapa orang sibuk menuntut ilmu tinggi2 hanya demi memperoleh pekerjaan dan gaji tinggi? Kenapa orang2 tidak menuntut ilmu agar bisa mendidik anak2nya menjadi keren? Itu jelas argumen yang lebih hakiki dan masuk akal. Dan keliru sekali pemahaman yang bilang, sia-sia saja sekolah tinggi2 kalau hanya jadi ibu rumah tangga.
Mungkin menarik untuk dipikirkan.
Kisah Cinta Klasik
Bang Tere dengan pemahaman baik, apakah masih mungkin kita mengalami haru-biru kisah perasaan? Merasakan semua kebahagiaan? Karena jadinya nggak boleh pacaran, nggak boleh berduaan, nggak boleh macam-macam?
Jawabannya, tentu saja masih. Absolut. Mutlak. Masih.
Akan saya ceritakan sebuah kisah klasik tentang cinta. Tidak detail--karena tentu saja yang tahu detail adalah yang bersangkutan, dan saya takut salah menceritakannya, tapi cukup untuk memberikan gambaran, bagaimana ketika pemahaman baik membungkus sebuah kisah cinta.
Adalah seorang pemuda, tinggal dan dibesarkan oleh anak pamannya. Sejak kecil dia selalu dekat dengan orang yang mendidiknya ini, malah jadi favorit dan dalam berbagai kejadian amat sangat diandalkan oleh orang yang mendidiknya. Pemuda ini tumbuh besar, gagah, pintar, cemerlang. Banyak sekali gadis yang naksir padanya. Siapa tidak? Tapi pemuda ini punya rahasia kecil, dia jatuh cinta pada seorang gadis? Siapa gadis itu?
Gadis itu adalah anak dari orang yang telah mendidiknya sejak kecil. Mereka hampir sebaya. Karena sejak kecil pemuda ini tinggal di rumah orang yang membesarkannya, tidak sulit membayangkan cinta tersebut tumbuh. Sering bertemu sejak kecil, bahkan boleh jadi teman bermain sejak kanak-kanak. Mereka hampir sebaya, si pemuda lebih tua beberapa tahun saja. Tapi, hei, gadis ini adalah anak dari orang yang mendidik, menampung, membesarkannya, dan amat dihormatinya, bukan? Dan diluar itu, gadis tersebut juga tumbuh cantik, pintar, cemerlang. Tidak kurang orang2 besar yang hendak meminangnya.
Nah, ternyata, rahasia yang sama juga tumbuh di hati si gadis tersebut. Saya tidak tahu bagaimana persisnya perasaan itu tumbuh. Doa-doa dikirimkan ke langit. Tapi dua orang ini adalah orang2 terbaik di jamannya, amat cemerlang pemahamannya, mereka tidak akan melanggar batas, bahkan saling melirik pun tidak berani, apalagi berduaan, bicara tentang perasaan secara terbuka. Saya tidak tahu berapa lama perasaan itu terpendam, yang pasti si gadis telah berkali-kali dilamar. Andaisaja lamaran itu diterima orang tuanya, maka boleh jadi padamlah kesempatan itu. Binasalah perasaan cinta tersebut.
Lantas bagaimana akhirnya mereka bisa bersatu? Tuhan yang mengirimkan perintah agar mereka menikah. Ya Allah, itu menakjubkan sekali. Orang-orang hari ini sering lupa, jodoh adalah rahasia milik Allah, maka kisah ini adalah bukti nyata bagaimana skenario paling terlihat atas keterlibatan Allah. Si pemuda menjual perisai perangnya untuk pernikahan tersebut, pembeli perisai tersebut (yg juga adalah orang terbaik di jaman itu) mengembalikannya, sebagai hadiah pernikahan. Dan menikahlah pasangan muda ini. Hingga si gadis itu meninggal, pemuda tersebut tidak pernah menikah lagi--meskipun boleh dan banyak orang di sekitarnya yang melakukannya. Gadis itu cinta pertamanya, dan sebaliknya, pemuda itu cinta pertamanya. Banyak sekali kisah mengharukan setelah mereka menikah. Pengorbanan atas cinta. Kisah bahagia, kabar duka, semuanya mereka lalui. Cinta hingga meninggal.
Silahkan rubah nama pemuda itu dengan Ali Bin Abi Thalib, dan ganti nama gadis itu dengan Fatimah putri Muhammad Rasul Allah. Itulah kisah cinta pasangan yang memiliki pemahaman baik.
Hingga hari ini, Kawan. Jodoh tetap hak mutlak Allah. Tentu saja kita tidak akan menemukan lagi ada perintah langsung menikahlah dengan siapa. Tetapi skenario jodoh itu tetap berjalan dalam skenario Allah. Mau sebenci apapun kita dengan seseorang, jika jodoh, besok lusa malah menikah. Mau secinta apapun kita dengan seseorang, kalau tidak jodoh, besok lusa tidak akan menikah.
Apakah kita bisa mengalami perasaan cinta yang agung? Bisa. Dan terlepas dari akan seperti apa mengharu biru perasaan kita. Kesedihan. Pengharapan. Menunggu. Bersabar. Maka selalu bentengi dengan pemahaman yang baik. Ada kaidah2 agama yang tidak bisa dilanggar, ada peraturan2 yang tidak bisa diabaikan.
Semoga dipahami.
Langganan:
Postingan (Atom)